Permasalahan Sistem Pendidikan di Sekolah Saat Ini

Mulyadi471. Sepertinya ada yang salah dengan sistem pendidikan kita saat ini Tapi, apakah itu? Anak-anak dikirim ke sekolah untuk belajar dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia nyata… …yang kenyataannya berubah dengan sangat cepat Tetapi sekolah tidak banyak berubah selama beberapa tahun. Banyak para ahli dari seluruh dunia setuju bahwa sistem pendidikan saat ini dirancang di Era Industri untuk perkerjaan di pabrik. Dan hal ini masih berjalan di sekolah-sekolah.

Nilai Era Industri

Anak-anak dididik dengan setumpuk tugas, dan mengatur kehidupan mereka dengan lonceng bel Sepanjang hari, siswa tidak melakukan apapun selain mengikuti petunjuk “Duduk! Ambil bukumu, selesaikan soal halaman 40, dan jangan mengobrol”. Di sekolah, kamu akan dihargai untuk melakukan apa yang diperintahkan. Ini adalah nilai-nilai Era Industri yang penting bagi pekerja pabrik. Keberhasilan mereka bergantung pada instruksi yang diberikan dan memenuhi apa yang diperintahkan. Tapi, di dunia saat ini, apa yang bisa kamu capai dengan hanya mengikuti petunjuk? Di dunia modern orang-orang harus bisa menjadi kreatif, dapat mengkomunikasikan idenya, dan berkolaborasi dengan orang lain. Tapi anak-anak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut dalam suatu sistem sekolah yang didasarkan pada nilai-nilai Era Industri.

Kurangnya Otonomi dan Kontrol

Di sekolah, anak-anak kurang mempunyai otonomi dan kontrol. Setiap saat, anak-anak dikontrol ketat oleh sistem. Tetapi di dunia saat ini, jika kamu melakukan sesuatu, maka kamu lah yang menentukan waktumu sendiri. Kamu membuat keputusan sendiri tentang apa yang harus kamu lakukan dan kapan melakukannya. Tetapi kehidupan di sekolah sangat berbeda. Sistem ini seakan memberi peringatan untuk anak-anak, bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas kehidupan mereka. Mereka hanya perlu mengikuti apa pun yang ditetapkan. Para ahli percaya otonomi sangat penting untuk anak-anak. Hal ini membuat anak-anak mulai bosan dan kehilangan motivasi untuk bersekolah. Bagaimana perasaanmu jika diperintah setiap menitnya di hidupmu?

Pembelajaran yang Tidak Otentik

Sebagian besar pembelajaran yang terjadi di sekolah saat ini tidak otentik karena bergantung pada hafalan. Sistem ini mendefinisikan bahwa pengetahuan itu, semua anak harus tahu. Dan kemudian, setiap beberapa bulan kita mengukur seberapa banyak pengetahuan yang bertahan dengan adanya ujian. Kita tahu bahwa belajar itu tidak otentik karena sebagian besar itu hilang sehari setelah ujian. Belajar bisa jauh lebih dalam dan lebih otentik jika, dapat menjadi lebih dari sekedar menghafal, Tetapi itulah satu-satunya hal yang diukur di sekolah dan nilai ujian adalah satu-satunya hal yang dihargai. Hal ini telah menciptakan sebuah budaya yang tidak sehat bagi siswa, orang tua, dan guru. Anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam untuk menghafal dan mereka akan segera melupakannya.

Tidak ada ruang untuk passion dan hobi

Kita memiliki sistem dimana setiap anak harus belajar hal yang sama, pada saat yang sama, dengan cara yang sama. Hal ini tidak sesuai dengan kodrat manusia bahwa masing-masing dari kita adalah unik dan berbeda dengan cara kita sendiri. Kita semua memiliki passion dan ketertarikan yang berbeda dan kunci kebahagiaan hidup adalah menemukan dan memenuhi passion ini. Tetapi apakah sekolah-sekolah saat ini membantu siswa menemukan dan mengembangkan passion mereka? Sepertinya tidak ada ruang dalam sistem saat ini untuk pertanyaan paling penting dalam kehidupan seorang anak. Apa keahlianku? Apa yang ingin aku lakukan? Apakah keahlianku sudah sesuai dengan kebutuhan?. Sistem ini seperti tidak peduli akan hal itu. Ada begitu banyak orang berbakat yang gagal dalam sistem sekolah yang “masih tradisional” untungnya, mereka mampu mengatasi kegagalan ini, Tapi tidak semua orang bisa. Kita tidak memiliki patokan untuk mengukur berapa banyak bakat dan potensi yang diakui dalam sistem ini.

Perbedaan dalam belajar

Masing-masing orang berbeda dalam bagaimana kita belajar, Berapa banyak waktu yang dibutuhkan, dan apa metode belajar yang terbaik untuk kita. Tetapi sistem pendidikan kita tidak memiliki ruang untuk perbedaan tersebut. Jadi, jika kamu sedikit lambat dalam belajar sesuatu, kamu dianggap gagal. Padahal yang kamu butuhkan adalah sedikit lebih banyak waktu untuk mengejar ketinggalan.

Pengajaran

Dalam sistem saat ini, anak-anak menerima pelajaran selama lebih dari lima jam sehari, Tetapi ada masalah dengan hal ini. Sal Khan dari Khan Academy menyebut hal ini : “Pengalaman mendasar yang tidak manusiawi”, 30 anak hanya diam mendengarkan tanpa diperbolehkan untuk berinteraksi satu sama lain” Juga, dalam setiap kelas terdapat siswa yang memiliki tingkat pemahaman yang berbeda. Ada siswa yang bosan karena mereka di depan, dan ada yang bingung karena mereka berada di belakang. Karena media internet dan digital, anak-anak memiliki akses ke semua informasi di dunia Teknologi telah memungkinkan bagi siapa saja untuk belajar sesuatu Tapi, karena takut kehilangan kontrol pada siswa, sistem ini belum digunakan secara luas Sistem pendidikan kita, yang berkembang di Era Industri ini telah menjadi usang dan tidak efektif Jika kita ingin mempersiapkan siswa kita untuk dunia modern, jika kita ingin belajar menjadi efektif dan menarik maka, tidak ada keraguan bahwa kita perlu secara mendasar mengubah sistem pendidikan kita.

Kesimpulan

Dari ke 6 masalah di atas dapat disimpulkan bahwa sebagai lembaga pendidikan dituntut untuk menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif serta adaptif. Diantaranya adalah kemampuan menyelesaikan masalah yang semakin kompleks, berfikir kritis, mampu bernegoisasi serta memiliki kemampuan berkoordinasi yang baik. Pemerintah harus secara bertahap mampu memenuhi infrastruktur untuk menunjang pembelajaran. Ssiwa harus diajarkan kreativitas dan keahlian khusus, serta mendapatkan sertifikat atas kompetensi tersebut sehingga para pelajar setelah selesai menempuh pendidikan tidak hanya dibekali ijazah, tetapi memiliki sertifikat yang diakui oleh perusahaan. Pemerintah dan para pendidik harus mengantisipasi terganggunya eksistensi manusia sebagai makhluk sosial dengan mengajak para generasi muda untuk mau mempelajari dan melestarikan budayanya. Karena, meskipun telah diserang oleh arus modernisasi dan masuknya budaya luar, dapat tetap menjadi manusia yang beradab dan mempertahankan eksistensi sebagai makhluk sosial. Sehingga tidak dikendalikan oleh robot yang berdampak kemalasan. Jika hal itu dapat terealisasikan maka terciptalah masyarakat yang modern serta bahagia lahir dan bathin.

Demikian pendapat penulis semoga bermanfaat, maaf jika ada kata kata yang kurang berkenan, silahkan beri masukan dikolom komentar. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.